Menurut Sayidiman, untuk mengetahu sepak terjang China sekarang ini, Indonesia harus mengenal pribadi Xin Jin Ping yang ingin membangun kejayaan China. Dengan latar belakang sebagai pejuang dari bawah, yang pening bagi Xin Jin Ping adalah China dan Partai Komunis hanyalah alat untuk mencapainya. Oleh karena itu, untuk berhadapan dengan negara hegemoni seperti China dan Amerika, bangsa Indonesia harus memiliki semangat juang dan menghancurkan kelemahan mentalnya seperti korupsi yang sekarang terjadi di mana-mana. Semangat juang di bidang apapun itu harus berujung pada ketahanan nasional.

“Ketahanan nasional berintikan pada kekuatan nasional yang berisikan keuletan dan ketangguhan yang mampu mengatasi serta menghadapi ancaman, gangguan, tantangan serta hambatan baik dari luar ataupun dalam negeri, baik secara langsung ataupun tidak langsung, yang dapa membahaykan keberlangsungan negara. Oleh karena itu, kita harus melakukan semuanya dengan sebaik-baiknya. Selain itu, kita tidak bisa menggunakan kekuatan atau kekerasan dalam berhadapan dengan China. Sun Tzu mengajarkan kemenangan yang dicapai dengan kekerasan adalah suatu kebodohan,” tegas Sayidiman.

Baik AM Putut Prabantoro dan Zacky Makarim sama-sama menyoroti masalah masifnya penyelundupan narkoba ke Indonesia. China mengijinkan produksi narkoba namun tidak dapat diperjualbelikan di negaranya sendiri dan Indonesia merupakan pasar utama bagi narkoba dari China yang 80% diselundupkan melalui jalur laut. Dengan pengguna pada tahun 2017 sebanyak 6,4 juta orang, 27 % di antaranya adalah pelajar dan mahasiswa (bandingkan pengguna narkoba pada 2015 sebanyak 5,9 juta. Dalam kondisi ini, pemerintah harus menyalakan lampu darurat karena masa depan Indonesia sangat mengkhawatirkan.