Berita

Di Negeri Kincir Angin Radio Masih Pilihan Pertama

Di Negeri Kincir Angin Radio Masih Pilihan Pertama


*Catatan Ringan Syafaruddin DaEng Usman

Ada cerita menarik. Selama dua hari ini saya di Amsterdam, saat sarapan pagi maupun makan malam, seisi ruangan terdengar suara radio.

Mereka menyuguhkan hiburan lewat siaran. Dan sepertinya radio masih tetap primadona di negeri kincir angin ini.

Bukan hanya di satu tempat atau hotel yang kebetulan saya inap di sini. Tapi banyak tempat lainnya, termasuk saat saya memasuki satu toko buku di keramaian kota ini.

Ada baiknya juga era kejayaan kotak kecil bersuara itu dihidupkan kembali. Membawa ke masa silam yang penuh kenangan dan ingatan akan pengalaman.

Mungkin saja di Belanda ini radio masih sebuah wahana komunikasi yang sangat populer, atau sebuah upaya melestarikan sejarah dunia komunikasi media dua arah.

Maka saat menikmati sarapan pagi tadi, pukul 07.30 di sini atau pukul 13.03 di Pontianak dan WIB, saya menikmati sekali siara radio di resto hotel ini.

Meski berbahasa Belanda, namun “terbang jatuh” saya masih dapat memahami artinya.

Dan menginspirasi untuk mengajak memghidupkan kembali era bersiaran radio di masa remaja dulu. Era di mana sang penyiaran bercuap-cuap menyapa pendengarnya.

Pagi tadi saat ditemani secangkir kopi Amerikano, dengan beberapa potong roti dan semangkuk salat, saya nikmati sekali suara radio di resto hotel ini.