
“Karya sastra atau fiksi yang selalu mampu memberi arti bagi pembaca, utamanya dalam kaitan dengan latar kultural yang kental, biasanya adalah karya yang berdimensi dokumentatif dengan pemerian yang rinci. Cerpen-cerpen CGR dalam Djali-Djali Bintang Kedjora layak masuk kategori ini. Dalam lain arti, antologi karya fiksi yang menyemburat nuansa kebetawiannya ini dilahirkan dengan suatu pengemasan yang tidak sekadar mencerahkan melainkan juga mencerdaskan, lantaran pembaca senantiasa akan diingatkan atau diberi wawasan kelokalan yang kuat pada sisi kealamiannya.” (Dr. Ibnu Wahyudi, Pengamat Sastra & Pengajar di FIB-UI)
“CGR adalah spesies unik dan langka. Di tengah keragaman gaya dan tema, ia memilih sesuatu yang spesifik. Di tengah keriuhan sampah tulisan yang dangkal dan kurang bermutu, ia memilih kesabaran pada sesuatu yang dalam. Saat ini kita sungguh-sungguh memerlukan seorang penulis yang memiliki visi jelas, berkarakter, serta memiliki gaya khas. Hadirnya buku ini memberikan harapan dan kegembiraan yang sungguh-sungguh membuat kita bahagia.” (Joni Ariadinata, Cerpenis & Redaktur Majalah Sastra HORISON)
“Kekhasan CGR-setidak-tidaknya lewat cerpen-cerpennya yang cukup banyak saya baca-adalah kemampuannya ‘merekonstruksi’ latar waktu. Dia berhasil ‘membangun’ latar tempo doeloe, melalui pilihan kata, juga acuan peristiwa, namun tetap terasa ‘masa kini’. Sehingga, sebagai pembaca, saya seperti diajak ‘kembali hidup’ di Betawi tempo doeloe. Ini cerdas.” (Yanusa Nugroho, Sastrawan Langganan KOMPAS) ***
