Namun ternyata diparoh kegiatan Dr Anhar masuk lagi. Dia bicara dengan dipersilahkan oleh Dr Sumar, yang melihatnya mengacungkan jari buat bicara. “Pak Anhar saya lihat tadi mau bicara, saya tunda dulu untuk menyampaikan pikiran, untuk Pak Anhar dipersilahkan,” ujar Presiden AGSI dengan sopan dan sangat santun. Sumar juga mengatakan Dr Anhar adalah gurunya dalam bidang sejarah.
Dr Anhar Gonggong masuk dan menyatakan singkat, “Saya tidak mau membahas Ridwan Saidi. Dia bukan sejarahwan. Itu saja. Yang lain saya tidak mau bicara.”
Tampak dari raut wajah Anhar rasa kecewa. Sebab Ridwan Saidi mencak-mencak dengan ulasan bahwa “time-line” sejarah harus dipijak dengan benar. Ridwan Saidi membahas ujaran dari pakar sejarah tentang di mana Sultan Hamid II pada tahun 1946 ketika “kita” dikejar-kejar Belanda, ketika “kita” dikejar-kejar Ratu Wilhelmina. Dan tokoh sejarah yang dituju Ridwan tak lain tak bukan adalah Dr Anhar.
Peristiwa yang ditayangkan teraju.id secara langsung di YouTube itu terekam dengan baik. Hal ini dikomentari Dr Amrazi Zakso, mantan Kepala Balitbang Universitas Tanjungpura. Katanya di laman FaceBook:
