Oleh: Hermayani Putra*
Saya menyimak pelaksanaan kegiatan Duta Damai Kalbar 2019 yang digelar kawan-kawan Pusat Media Damai. Saya lihat acara berjalan sukses dan lancar di bawah koordinasi yang sangat rapih. Sehingga lahir para jawara di level seleksi. Tiba giliran seusai acara para jawara dan bahkan seluruh peserta seleksi diuji dengan kenyataan sesungguhnya di tengah masyarakat. Untuk itu saya menyampaikan pokok pikiran sbb:
1. Bersikap Netral atau Tidak Memihak.
Kalau kita ditunjuk menjadi juru damai bagi orang-orang atau kelompok yang sedang bersengketa, maka kita harus bersikap netral, tidak memihak ke salah satu orang yang bersengketa. Hal ini sangat penting agar kita terhindar dari tuduhan dan penilaian pihak yang sedang bersengketa, dan agar proses perdamaian menjadi lancar.
2. Meminta Penjelasan secara jujur dan objektif dari orang/pihak yang bersengketa.
Pada saat kita diajak untuk menyelesaikan perkara orang/pihak yang bersengketa, terlebih dahulu kita harus meminta penjelasan terlebih dahulu secara jujur dan objektif dari orang/pihak yang bersengketa tersebut. Hal ini sangat penting dalam menarik benang merah dan kesimpulan serta merumuskan solusi secara tepat, adil, proporsional, mendalam dan komprehensif tanpa memihak salah satu orang yang bersengketa.

3. Menghadirkan saksi yang melihat kejadian.
