Berita

From Segedong with Trade

From Segedong with Trade

From Segedong with Trade, Pontianak – Sejak belia dia entrepreneur. Wirausaha. Saudagar Bugis dari Tanah Segedong. Wilayah pertanian dengan hasil utama kelapa santan atau kopra. Di dalam kebun yang rimbun juga penuh dengan karet. Tak ayal dagangan utama adalah komoditi kelapa, karet dan juga kopi.

Hendak berdagang lebih besar si pemuda bernama Muhammad Saleh hijrah ke wilayah Kesultanan Qadriyah Pontianak. Pakai sampan. Hanya berbekal ketupat dan uang dalam kantong secukupnya. Saat itu masih ada pecahan sen dan ketip dari mata uang rupiah.

Entah mengapa Muhammad Saleh menetap di Kampung Sungai Raja Dalam. Mungkin disebabkan kontur agrikultur setempat sama dengan Segedong dipenuhi kelapa, kopi, karet, durian, rambutan, langsat. Demografi penduduk mayoritas Bugis. Sama aksen bahasa Segedong. Masih banyak kerabat tentunya.
Muhammad Saleh meraih kulat, kopra dan hasil pertanian. Ia pun membeli sejumlah lahan.

Di saat berangkat dari Segedong ada wasiat orangtuanya, kalau mencari jodoh, carilah yang mengambil “wae jennek” (Bugis: air wudhu) subuh hari. Rupanya didapatkannya gadis bernama Tuwo. Mereka menikah dan dikaruniai tiga putri: Hafifah, Halijah, Telaha. Jarak usia rerata 6-7 tahun…

Pada 1975 pasangan Muhammad Saleh dan Tuwo naik haji. Rombongan pertama dari Kalimantan Barat yang menaiki pesawat. Sebelumnya orang orang Kalbar berhaji menaiki kapal laut. Pastinya berbulan-bulan lamanya.