Gelak tawa terdengar renyah dari para murid kala menyimak sastra lisan. Misalnya kekocakan si Buyung kala mandi di kali, atau saat dia bermimpi bertemu putri raja yang menjelma sebagai ikan merah. Begitu pula murid terbahak bahak ketika pemain mendialogkan dua anak belajar mengaji. Apa yang dieja dan diucapkan berbeda. Misalnya, Alif atas A Alif depan U dibaca kakiku. Kekeliruan itu mengundang gelak tawa.
Zefri Arif yang kenal akrab dengan sastrawan Indonesia Taufik Ismail menjelaskan Rumah Pusaka juga memproduksi film. “Kami berdiri sejak 1985. Hingga kini berdikari dan telah ratusan naskah diadaptasi ke seni peran.” (Nuris)

