Syafaruddin Daeng Usman
Di setiap sudut Kota Milan maupun Roma dan Italia, ada terdapat sarana telekomunikasi semacam pesawat telepon koin. Orang-orang di kota besar ini memanfaatkan sarana komunikasi ini untuk memudahkan hubungan mereka dengan para koleganya.
Meski di sana hasil teknologi canggih komunikasi sudah bertaraf mancanegara yang sangat tinggi, namun kelestarian sarana djaman doeloe tetap dipertahankan dan juga masih difungsikan dengan baik.
Di Indonesia, Pontianak juga, era kejayaan telepon koin ini pernah dikenal dan cukup melegenda. Di mancanegara terus dipertahankan dan lestarikan, sementara di sini kini tinggal kenangan dan itupun jadi ingatan segelintir orang. Djasmerah, jangan sekali-kali melupakan dan meninggalkan sejarah …
Mengisi hari-hari yang lumayan padat selama hampir dua minggu di Eropa, terutama di Belanda dengan beberapa kotanya, diisi kesibukan mendatangi museum dan sejumlah toko buku.
Mulai dari Rijk Museum hingga sejumlah tempat perdagangan buku kuno.
Keseluruhannya memberikan manfaat untuk mengenal sekaligus mengenang West Borneo-Kalimantan Barat di masa lampau, terutama Pontianak tempo doeloe.

Sepertinya saat ini untuk menyelamatkan sekaligus merawat dan memelihara ingatan pada zaman bahaula, dibutuhkan pengertian dan pemahaman yang bijak.
