Setelah ceramah hampir satu jam, UAS mengakhiri tausiah dengan dua pantun penutup sekaligus salam perpisahan, menegaskan kembali budaya dan keramahan Melayu-Jawa:
“Menangkap puyu di Bukit Selasi, thank you dan terima kasih; Buah selasi di atas angkong, terima kasih matur sekelangkong.”
“Madiun lemahe teles, matur nuwun Gusti Allah sing bales.”
Malam Haul tersebut ditutup dengan tahlil dan doa bersama, meninggalkan kesan mendalam tentang persatuan, keteguhan, dan barokah di tengah curahan hujan rahmat di Pontianak.
