Bagi Penerbit Padasan, inilah buku terberat dan yang terpanjang perjalanannya nasibnya naik ke mesin cetak. Puluhan pribadi dan lembaga dari kalangan Pribumi dan terutama Tionghoa yang diketuk hatinya, tidak ada yang memberi jawaban, bahkan meragukan kesungguhan dan kemampuan mereka menghadirkan buku penting ini.
Terkait kalangan Tionghoa yang sesungguhnya memiliki ikatan emosional, faktanya memang sangat unik. Terbitnya dua judul buku di atas melalui Penerbit Djambatan dan Cipta Loka Caraka, memberi bukti nyata bahwa kalangan Tionghoa memang sangat sulit terketuk untuk turun-tangan meski berkaitan dengan sejarah para pendahulunya, dan Mona Lohanda adalah seorang Cina Benteng. Mereka lebih memilih menghamburkan uang untuk pesta-pora, plesiran, membangun rumah, hingga mengoleksi ratusan lukisan elang.
