teraju.id, Pontianak – Kalau Paris adalah kota mode; Kalau Jakarta adalah Kota Budaya, maka kita adalah Kota Pantun Dunia. Kenapa?
Pertama: Bahwa Kalimantan Barat berbatasan langsung dengan tiga negara, yakni empat provinsi Se-Kalimantan, dan dua negara lainnya yaitu Brunei Darussalam dan Sarawak-Sabah-Malaysia. Geografis Geostrategis ini tidak dimiliki pulau manapun di seluruh Indonesia.
Oleh karenanya penabalan Provinsi Kalbar sebagai Provinsi Pantun dengan Kota Pontianak sebagai Ibukota Pantun Dunia ditasbihkan oleh bentangan alam. Terlebih Kalimantan adalah pulau ketiga terbesar di dunia setelah Green Land di Amerika dan Papua.
Kedua: Bahwa sejak 1771 Kota Pontianak memang didesain oleh Sang Pendiri Sultan Syarief Abdurrahman Alkadrie sebagai Kota Internasional. Kota Dunia. Lihat bentangan daerahnya terdiri dari Kampong Arab, Kampong Bali, Kampong Kamboja, Kampong Bugis, Kampong Banjar. Kampong Jawa. Siang Tan (Siantan) dsb. Majemuk. Pluralistik. Multikultural.
Pantun adalah “The Memory of Love” masyarakat Kalimantan. Sastra lisan asli. Intan mutu manikam. Terdiri dari pembayang dan isi. Melekatkan nasihat, sains, pengetahuan, bagaimana cara hidup penuh keteladanan.
Lihat pantun-pantun asli Pontianak yang gemuruh:
Enjot-enjot sipot
Ae’ pasang dalam
Adek jangan ikot
Abang balek malam
(Kerja keras banting tulang buat nafkah keluarga).
Ada lagi:
Dari jaoh kapal layar datang//
Pasang bendere setengah tiang//
Dari jaoh Abangku datang//
Perot lapar menjadi kenyang//
