Pengalaman tersebut membuatku merasa sangat rugi karena tidak dapat menguasai bahasa asli ayahku itu. Bahkan aku merasa mulai menjadi bagian dari suku Melayu karena bahasa dan karakterku sudah dipengaruhi oleh lingkungan yang mayoritas masyarakatnya berbahasa Melayu.
Banyak sekali orang yang yang mengira aku orang Melayu. Jikapun ditanya,maka aku akan mengatakan bahwa “aku orang Melayu”.
Aku merasa identitas Bugis sudah hilang dariku dan mungkin nanti keturunanku akan mengatakan bahwa ia bersuku Melayu karena ibunya mengaku sebagai “orang Melayu”. (*)
