Berita

Kemnaker Gandeng TikTok: Dari Pencari Kerja ke Pencipta Peluang di Era Digital

Kemnaker Gandeng TikTok: Dari Pencari Kerja ke Pencipta Peluang di Era Digital

Mulai dari reseller, dropshipper, hingga kreator konten dan live streamer, semuanya kini menjadi bagian dari ekosistem ekonomi baru yang disebut sebagai discovery commerce—ketika orang membeli bukan karena mencari, tapi karena “menemukan”.

Fenomena ini, menurut Yassierli, membuka pintu bagi siapa saja untuk mendapatkan penghasilan tambahan yang fleksibel. Tapi tanpa keterampilan yang tepat, peluang itu hanya akan lewat begitu saja.

Karena itu, program BISA Bareng TikTok dirancang tidak berhenti di teori. Pelatihan dilakukan dengan pendekatan hands-on. Peserta langsung praktik membuat konten, memahami algoritma, hingga strategi menjual berbasis konten.

Pada tahap awal, sebanyak 1.400 peserta terlibat, terdiri dari instruktur, tim media sosial pemerintah, hingga masyarakat umum: mulai dari calon kreator, pelaku UMKM, hingga pencari kerja.

Menariknya, program ini juga menyiapkan efek berantai.

Instruktur yang dilatih akan kembali ke daerah sebagai pelatih baru melalui skema training of trainers (ToT). Targetnya ambisius: melahirkan hingga 100.000 alumni dalam setahun.

“Ini bukan sekadar pelatihan, tapi upaya membangun ekosistem,” ujar Yassierli.