Berita

Kesempatan di Kampung Halaman

Kesempatan di Kampung Halaman

Posisi balai desa ada di dusun pesisir sungai. Agak jauh dari dusun kami Sidodadi. Jalan naik turun tanah kuning. Ciri khas tanah perkebunan sawit.
Ba’da Asar saya, suami dan adik ipar saya berangkat dengan mantel karena masih hujan saat itu. Saat kami sampai di balai desa, di luar dugaan. Teras balai desa sudah penuh. Bahkan hanya ada sedikit ruang untuk kami yang baru datang.

Lebih 40 anak muda yabg hadir hari itu. Mereka sudah memulai diskusi bersama Lukmanul Hakim dan Fitranto, anak muda Sidodadi yang sedang menempuh jejang pendidikan perguruan tinggi di STAN Jakarta dan Politeknik Sambas.
Saya angap ini kesempatan langka.

Karenasetelah sekian banyak lebaran yang kami lewati di kampung halaman Satai, ini kesempatan pertama. Ini langka karena anak muda kampung sebenarnya memang sangat membutuhkan pendampingan agar mereka mampu membuka gerbang cita-cita. Cita-cita yang harus digantung setinggi mungkin. Kelak akan muncul ahli akuntasi, ahli mesin, ahli pendidikan, ahli tafsir, ahli pertanian dari kampung, Deaa Sepantai. Dan ahli-ahli itu yang akan membangun desa kami. Tentu saja saya aminkan semua doa-doa itu.