Oleh: Ambar
Saat menghabiskan libur lebaran Idul Fitri tahun ini, saya mendapatkan kesempatan langka di kampung halaman Dusun Sidodadi Desa Sepantai. Saat kami sekeluarga berlebaran ke rumah Sekretaris Desa Sepantai Pak Turi, banyak yang dibincangkan.
Perkembangan desa, akses yang masih sulit, plus minus kemudahan akses internet di desa dan banyak hal lain yang dibincangkan saat itu.
Hari berikutnya, Minggu Pak Turi yang kemudian bertandang ke rumah orang tua kami. Di ujung perbincangan kunjungan Pak Turi, beliau meminta kami memberi semangat pada anak muda Sepantai. Hal yang dititikberatkan beliau adalah semangat anak muda Sepantai dalam melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Kami sambut dengan suka cita ide luar biasa Pak Sekdes. Mulanya kami menjadwalkan pulang ke Pontianak hari Selasa. Tapi, berhubung kegiatan baru bisa dilaksanakan Selasa sore, kami undur hingga Rabu baru pulang Pontianak.
“Ini lebih dari sekedar memberi semangat pada anak muda tapi ini untuk masa depan kampung kita”, itu hasil diskusi saya dan suami.
Pada hari H pelaksanaan kegiatan, hari redup, hujan lebat. Saya sempat berpikir, apakah kegiatan akan benar-benar dilaksanakan? Dalam bayangan saya, tak banyak anak muda yang hadir. Karena cuaca buruk.
