Deklarasi dipimpin oleh Prof. Dr. Chairil Effendy yang juga pembina Gerakan Indonesia Melestarikan Bahasa Ibu. Deklarasi Gerakan Indonesia Melestarikan Bahasa Ibu ini diikuti semua peserta yang hadir.
Suara bergema dalam ruang Balai Kerja MABM Kalbar mengikuti suara Prof. Dr. Chairil Effendy, “Pada hari ini mari kita bergerak bersama untuk bergabung dan beraksi bersama dalam Gerakan Indonesia Melestarikan Bahasa Ibu. Mari Selamatkan Bahasa Ibu sebagai Identitas Peradaban Bangsa. Bahasa Ibu sebagai kekuatan dari kebinekaan dan keragaman di Indonesia.”
Pada kesempatan Dialog Bahasa Ibu pula Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar menyumbang dana sepuluh juta untuk penerbitan buku bahasa dan sastra dalam bahasa Melayu dan Dayak Kalimantan Barat. “Saya sebagai Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar menyumbang 10 juta untuk gerakan dan aksi Indonesia Melestarikan Bahasa Ibu,” tegas Prof. Dr. Chairil Effendy, M.S.
“Kami mengajak masyarakat di seluruh Indonesia untuk bergabung menjadi sukarelawan dan munsyi dalam Gerakan Indonesia Melestarikan Bahasa Ibu. Deklarasi ini kita mulai dari Kalimantan Barat untuk Indonesia,” ujar Dedy Ari Asfar pendiri dan penggagas Indonesia Melestarikan Bahasa Ibu.
