Semua pihak antusias untuk ikut serta tampil dan berkontribusi secara nyata, untuk menampilkan karyanya. Dalam semarak ini, semua elemen masyarakat aktif pula dan ingin terlibat dalam perjuangan mengangkat kehormatan Sultan Hamid II sebagai Pahlawan Bangsa. Ada Hendri Lamiri, Violist asal Kalimantan Barat dengan Band masyhurnya bernama Arwana dulu di awal tahun dua ribu. Ada Ario “Lyla” yang juga sukses di “The Voice Indonesia 2016”, ada Ifan “Govinda”, Abe Idrus “Kopi Pancong”, Yudi Chaniago “Arwana”, Fachri Drummer, Ferdy Firdian, dan Sallo Innyan Jakarta.
Ada Puck Mude seniman senior Pontianak – Kalbar, Sukep “Kamil Onte”, Pradono “Sang Budayawan”, Bang Edi Kumal Satrawan Kalbar, dan Zul MS (Seniman asal Aceh). Ada persembahan Tari Kijang Berantai sebagai pembukaan, Pidato Diplomat Dr. Saleh Alhinduan, Syair Khuamidi Mohan, Pantun Prof. Dr. Ir. Gusti Hardiansyah. Ada pula persembahan spesial dari Kesultanan Serdang sang Violist Internasional Tengku Ryo berjudul “Pledoi” Sultan Hamid II. Adapula News and short film by Selenophile KEP, Pontianak Heritage, Komunitas Sejarah “Kuwas”
