Massa pasangan MAAF kemudian mengancam akan melakukan pengrusakan serius di Kota Singkawang. Mereka konvoi. Di kepala sudah terikat kain merah. Des, terbukti kaca lampu taman di lingkaran tugu naga hancur. Tugu yang pada Pilkada sebelumnya juga menjadi heboh akibat pembangunannya di perempatan jalan sempit sekaligus menjadi simbol perlawanan kelompok tertentu dirusak. Pengrusakan patung naga ini adalah simbol atas sebuah pesan tertentu.
Kota Singkawang sempat mencekam akibat pergerakan massa MAAF di dalam kota. Namun kesigapan aparat Polresta di bawah pimpinan AKBP Sandi A Mustafa maupun Kodim diacungi jempol. Di mana mereka menjaga pergerakan massa sekaligus menyarankan agar aspirasi disalurkan dalam koridor yang benar, serta jangan membuat onar. Karena rakyat butuh keamanan di luar kontestasi Pilkada.
Begitupula sikap warga. Pada kawasan tugu naga, mereka pilih menutup rumah dan toko. Di jalan raya para pengendara pilih menepi kala iring-iringan massa MAAF melintas. Tetapi Kota Singkawang yang sempat mencekam dalam tempo singkat kembali kondusif setelah massa MAAF membubarkan diri.
