Yang lebih memprihatinkan lagi, katanya, manakala perempuan terlibat jauh dalam pengaruh radikalisme dan aksi terorisme, celakanya sampai tega mengorbankan anak-anaknya, bahkan yang di bawah umur, seperti peristiwa bom di Surabaya dan Sibolga.
“Semua tantangan itu harus memacu kita semua yang hadir disini, agar meningkatkan kerjasama, membangun jaringan di semua lini, baik offline maupun online, sehingga di tengah segala keterbatasan, aktifitas kita dapat menyentuh segala lapisan masyarakat,” ingatnya.
Ruby Kholifah juga memaparkan peran perempuan dalam beberapa aksi terorisme. Menurutnya, sejumlah aksi terorisme memperlihatkan ada perempuan.
Kabid Perempuan dan Anak FKPT Kalbar, Dra. Isriyah, yang mengikuti webinar ini mengatakan, webinor ini sangat bagus sekali membuka wawasan yang luas dan perlutindak lanjut dengan memberikan penguatan bagi perempuan dan anak.
Katanya, diperlukan sinergisitas dalam peran perempuan melawan Covid 19, dan Radikalisme. Peran perempuan strategis di era New Normal, Stay at Home dengan menjaga keharmonisan rumah tangga, dibangun Partnership yang harmonis antar anggota keluarga, tercipta kesejukan, dan pemahaman tentang protokol kesehatan yang harus dilaksanakan bersama. Juga tercipta kredibel Family, salingmengingatkan akan perlunya keterbukaan pemikiran, budaya empati, atau sikap gotong royong.
