Berita

Mengenang Prof. Dr. Haitami Salim

Mengenang Prof. Dr. Haitami Salim

Karena itulah… saya misalnya, bisa diterima di kampus, menjadi dosen di almamater. Kampus menampung ilmuan dari latar belakang yang tidak sama dengan Ketua.

Pak Haitami Salim sangat baik dan berwibawa. Dia diterima hampir semua kalangan. Di luar kampus, di tengah masyarakat Kalbar beliau dikenal. Beliau menjadi pengurus di banyak organisasi. Puluhan jumlahnya. Beliau di ICMI, PII, MABM, FUI, FKUB, dan lain sebagainya.

Selain itu, kemampuannya berretorika, dan kecerdasan pikirnya, membuatnya sering tampil dalam berbagai forum. Beliau tampil sebagai narasumber.

Saya kira, jam terbang di mimbar dan forum, sudah tak terhitung. Ratusan ribu orang tercerahkan.

Beliau menyiram orang dengan humor cerdasnya. Sentilan menyentuh tapi tidak menyinggung perasaan. Siapa pun. Gubernur, pejabat, hingga rakyat jelata.

Ini juga yang membuat ceramahnya dinanti orang. Ini juga yang membuatnya hampir tidak beristirahat. Tenaga dan pikirannya….

Lelah. Pasti. Kesehatan beliau terganggu. Gula darah tinggi. Daya tahan tubuh manusia ada batasnya.
“Abang tu… tak bisa… Orang datang, minta kita… susah menolaknya,” kata beliau suatu ketika.
“Abang sudah tak mau memikirkan semua hal. Tapi, malar gak…” katanya di waktu yang lain.

Ya, begitulah. Kembali pada prinsip: sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”.