Kenapa Sang Rektor berani menggagas Pusat Studi Otda Sultan Hamid II Alkadrie? Sebab semasa kanak-kanak dia bersua Menteri Zonder Porto Folio era Soekarno-Hatta itu. Secara Thamrin Usman adalah “Budak Kampong Arab” alias “Anak Tambelan”. Pontianak Timur. Kawasan Istana. Ia kenal dengan baik watak Sultan Hamid II Alkadrie yang diusulkan sebagai Pahlawan Nasional.
Kisah lain soal buku…Di masa Prof Thamrin. Usman juga nama jalan sejak Fakultas Pertanian, Fisipol, Fakum, F-Ked, Fekon, F-MIPA hingga Fatek dipasang atas nama Prof Hadari Nawawi di saat peluncuran buku 100 hari wafatnya Sang Rektor Revolusioner yang saya tulis trio Dr Aswandi dan Dr Yusriadi. Gaya leadership beliau gaya gas gas gasss. Gercep. Set set settt…
Kalau buku Prof Hadari berjudul Guru Pejuang, ditulis trio literasi Kalbar, maka buku biografi politik Sultan Hamid II juga ditulis trio antara Ketua Yayasan Hamid: Anshari Dimyati (kini Dekan FH UMP) dan Turiman Faturahman Nur (staf ahli senator Sultan Melvin Alkadrie),serta saya Jurnalist asal Tabloid Kampus Mimbar Untan..
*
