Berita

Mengenang Prof Thamrin Usman

Mengenang Prof Thamrin Usman

Kami makin akrab setelah beliau lepas dari posisi rektor. Turut membersamai pemikiran ekonomi dan keuangan syariah. Beliau hadir di pertemuan coffee morning Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah dan aktif kasih masukan. Termasuk Badan Wakaf Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat. Ia support produksi Wakaf-Qua. Hendak berkontribusi lebih lanjut, terkendala sakit.

“Maaf rongga hidung saya mengeras. Ada bakteri. Saya berobat ke THT,” katanya suatu waktu di kwartal pertama 2025. Dari sana staminanya menurun. Walaupun masih bersua jogging di tepian Kapuas atau menikmati jajanan pagi di Cita Rasa maupun Warkop Hijas. Jika bersua, maka panjang kali beliau curhat, sampai diingatkan ibu, “Nanti disambung lagi. Udah kelamaan…”

Rupanya, ini tanda-tanda wasiat. Banyak pesan Whats App yang mengguratkan kerisauannya pada lingkungan. Baik kepemimpinan negara, sistem ekonomi hingga pembentukan karakter generasi muda.

*

Kalbar kehilangan salah satu peneliti terbaiknya di bidang kimia. Prof Thamrin dosen pertama Untan yang mendapatkan hak paten. Ia pantas dikenang sebagai dosen yang punya kecakapan dalam hal riset. Sebuah keteladanan.

Semoga peninggalan ilmu yang bermanfaat mengkapitalisasi amal kebaikannya.

Husnul khatimah di penghujung bulan Syawal. Masa masa halal bi halal. Bifadhli Suratil Fatihah washallu ‘Alan Nabi. *