*Syafaruddin DaEng Usman
Saat saya berkesempatan berkunjung ke Negeri Kincir Angin Belanda beberapa waktu lalu, salah satu tujuan yang ingin saya capai adalah mendatangi NIOD atau Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie di Amsterdam untuk melihat dari dekat dokumen dan arsip yang disimpan di sana.
Kunjungan ini juga mengantarkan saya bertemu dengan penulis kawakan yang bekerja di NIOD yang saya kenal baik. Kunjungan ini dapat saya lakukan dengan memberikan kesan baik, ditambah lagi musim semi yang cukup mendukung. Dan saat ini sedang tidak ada badai salju yang biasanya menghalangi orang untuk leluasa berpergian.
Saya dengar dari sahabat saya
Gerry, bila musim dingin, kereta api dan trem akan macet total. Sesungguhnya, tidak saja negeri Belanda, tetapi praktis seantero Eropa Barat lumpuh akibat hebatnya salju yang turun. “Hot wordt te bar”, kata sahabat saya Gerry.
Alih-alih saya dan istri, Isna, dari NIOD di Amsterdam, kami berdua pergi ke Scheveningan. Kami mendatangi Hotel Kurhaus di sana. Saya baca dari tulisan Almarhum Pak Rosihan Anwar wartawan kawakan, waktu KMB 1949, hotel ini tempat delegasi Indonesia menginap dan bekerja.
