
Dari teman saya Gerry saya dengar, di Kurhaus ini pula ketika
Bung Hatta PM RIS menyelenggarakan perayaan HUT ke 4 proklamasi, dalam sebuah resepsi hadir pula Sultan Hamid Alkadrie II dari Pontianak dan Ide Anak Agung Gde Agung PM NIT.
Saya pahami, Sultan Hamid II dan Anak Agung, beliau berdua adalah tokoh-tokoh BFO atau Bijeenkomst voor Federaal Overleg, dan keduanya sangat dihormati dan disegani oleh kawan maupun lawan politiknya.
Hotel Kurhaus mengandung sepotong sejarah Eropa yang menarik. Saya simak dari Johan, teman yang lain saya yang menetap di Den Haag, hotel ini asal mulanya ialah tahun 1818 Jacob Pronk membangun sebuah tempat pemandian terbuat dari kayu. Orang masuk ke dalam tong untuk mandi dalam air laut yang dipercaya punya daya menyembuhkan penyakit.
Tahun 1885, cerita Johan lanjut, tempat ini menjelma sebagai Kurhaus, artinya rumah pengobatan yang pertama, terdiri atas sebuah bangsal untuk konser musik, 120 kamar dan dua restoran.
Kata Johan lagi, dari 1927 hingga 1960-an Kurhaus menjadi pusat musik internasional. Tokoh-tokoh selebriti memberikan pertunjukan. Tersebut nama-nama seperti Maurice Chevalier, Duke Ellington, Edith Piaf, Maria Callas, Marlene Dietrich, dan lain-lain. Kalau saya tak keliru, terakhir The Rolling Stones tahun 1965 untuk pertama kali memberikan pertunjukan di Eropa.
