in

Mesjid Sulthan Annashira – Mesjid Pemuda “Ramah Anak” – Musafir dan Kaum Hawa

WhatsApp Image 2020 08 02 at 06.14.13 1

teraju.id, KEP’s Agro – Titik cahaya baru terbit di kawasan Sungai Raya Dalam. Telah dilakukan pencancapan tiang pertama Mesjid Sulthan Annashira. Penancapan tiang pertama dilakukan oleh balita didampingi para kyai dan ulama Munzalan Mubarakan Ashabul Yamin serta pendiri Sulthonan Annashira.

“Barangkali ini pertama kali di Indonesia, bahkan di dunia, ada penancapan tiang pertama mesjid dilakukan oleh anak-anak kisaran lima tahun. Ini mesjid ramah anak,” ungkap ulama muda yang populer dengan Gerakan Infak Beras seluruh Indonesia dan dunia, KH Lukmanul Hakim, SE, MM sat acara peletakan batu pertama dilakukan, tepat hari tarwiyah, 8 Dzulhijjah 1441 H, bertepatan dengan Kamis, 29/7/2020 pagi. “Kenapa anak-anak? Karena mereka adalah penerus dakwah kita. Kita ini sudah beranjak tua, kepada anak-anaklah dakwah kita estafetkan,” ungkap Ustadz Lukman seraya berkaca-kaca matanya memeluk sejumlah bocah yang juga putera-puteri pendiri Munzalan Mubakarakan Ashabul yamin dan Sulthan Annashira.

WhatsApp Image 2020 08 02 at 06.14.13

Pada kata sambutan pembangunannya, pelopor Sulthan Annashira, Ustadz Berry El Makki menjelaskan bahwa hadirnya mesjid ini adalah cita-cita hamba yang bertakwa. Dia hendak membangun mesjid, dan isyarat itu telah ditangkap seorang habaib dalam mimpinya, bahwa akan ada seorang pemuda yang hendak membangun rumah Allah. Qadarullah,pada saat mimpi sedang terjadi, sang pemuda datang mendekati. Ketika terperanjat bangun — sesama hamba Allah yang berkhidmat di mesjid ini pun bertanya, “Kamu mau membangun mesjid?”

Berry El Makki yang ditanya pun balik bertanya, “Kok tahu?” Al Habib menjawab, “Barusan saja yang bermimpi….” Kisah ini disampaikan Berry seraya berurai air mata. Karena jalan panjang dan berliku hingga terjadi acara peletakan batu pertama disaksikan sekitar 200 santri dan warga setempat. Warga pertigaan KEP’s Agro,Kayana dan Serdam Raya Residence.

WhatsApp Image 2020 08 02 at 06.14.14

Mesjid Sulthan Annashira kata Berry tidak hanya ramah anak, tetapi juga ramah kepada para musafir, yakni orang-orang dalam perjalanan. Juga kepada kaum hawa. “Mesjid ini dirancang ramah kepada siapa saja dan harus menjadi solusi. Tidak ada yang boleh kelaparan dan membawa pulang masalah,” timpal Berry El Makki yang mengembangkan pondok pesantren hafidz quran dimulai dengan hapalnya QS Al Anfaal. “Kita sudah dikalahkan oleh perang dunia, di mana mata kita telah dirampas dunia sehingga lupa akhirat. Begitupula tangan, kaki hingga hati.Kita harus rebut kembali. Kita pacu kuda perang untuk merebut kemenangan sehingga kaum kafir pun gentar,” ujarnya.

Mesjid berdiri di tanah wakaf KEP’s Agro seluas 50x42m2. Kini telah tahap fondasi dan dibangun mesjid semi konvensional untuk sementara bisa shalat Jumat dan shalat lima waktu berjamaah.Mesjid ini mesjid tercepat pembangunannya di tangan para pemuda. Mereka bekerja tanpa pamrih, siang dan malam. (kan)

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

WhatsApp Image 2020 08 02 at 05.42.47

Cornelis: Covid-19 Berdampak Bagi Anggaran Pendidikan Universitas Tanjungpura

WhatsApp Image 2020 08 02 at 07.08.08

Porang di Ulu Sambas