Nasional

IRI: Jadikan Wawasan Kebangsaan Dasar Etos Kerja SDM Indonesia

IRI: Jadikan Wawasan Kebangsaan Dasar Etos Kerja SDM Indonesia
DR D Wahyu Ariani SE MT

Menurut dosen Universitas Kristen Maranatha Bandung ini, para pekerja Indonesia di perusahaan asing tidak perlu ragu dalam bekerja karena merekalah yang sebenarnya menjadi tulang punggung beroperasinya perusahaan di Indonesia. Dengan berbasis pada ikatan kebangsaan (nasionalisme), pekerja di perusahaan asing sebenarnya tidak perlu khawatir akan masa depannya. Ibaratnya, meskipun ganti pemilik, pekerja tidak akan tergantikan.

Hanya saja kata Wahyu Ariani, pembangunan SDM berbasis pada ikatan kebangsaan, pada saat ini dibutuhkan tidak hanya urusan nasionalisme (asing vs nasional), tetapi juga  terkait dengan urusan politik dan kepentingan para pemilik usaha sekalipun semuanya adalah pengusaha nasional.

“Akan menjadi kehancuran ekonomi Indonesia, jika kemudian urusan SDM tercampur dengan kepentingan politik-ekonomi pemilik dan bahkan terkait dengan urusan kepercayaan. Belum lagi jika ternyata di sebuah perusahaan terjadi perpecahan pekerja hanya karena urusan kepercayaan atau perbedaan pilihan politik. Pilkada DKI Jakarta menjelaskan tentang hal ini,” tegas Wahyu Ariani.

Wahyu Ariani mengajak bangsa Indonesia melihat, ketika ekonomi terbagi berdasarkan kepentingan agama atau politik, maka yang akan dihadapi oleh Indonesia adalah kehancuran. Contoh, jika balai latihan kerja (BLK) ternyata dikuasai kepercayaan atau suku tertentu, atau departemen dikuasai partai politik tertentu, Indonesia dengan sendirinya akan terpecah-pecah.