Berita

Pariwisata Kota Pontianak Ditopang Aktivitas Pengajian Kolegial

Pariwisata Kota Pontianak Ditopang Aktivitas Pengajian Kolegial

Masjid Jami’ masih asli dengan tiang kayu ulin alias belian yang menopang tinggi bangunan. Sebagian besar bahan bangunan berupa kayu asli kalimantan. Berjarak sekira 500 meter berdiri dengan megah keraton kesultan Qadriyah. Di kawasan ini jamaah menikmati makan siang dan shalat zuhur berjamaah. Seusai zuhur, mereka bergerak kembali ke Taman Alun Kapuas serta kembali ke Jamiatush Sholihin dengan wajah cerah ceria.

“Lain waktu boleh kita rencanakan sekali lagi Pak,” ujar pegawai Telkom, Tatang kepada ketua masjid Alam Mastar Harahap. “Boleh. Boleh Pak Tatang,” sahut Pak Alam. Hal senada dicuitkan peserta ziarah di grup WA jamaah masjid. Foto jepretan bertaburan tanda kecerian tak terperikan.

Dengan penataan kota yang semakin apik dan indah, inisiatif warga dengan sendirinya akan bergerak tumbuh sebagai tulang punggung industri pariwisata yang turut andil menggerakkan perekonomian daerah pada satu sisi. Kepuasan batin pada sisi lainnya.

Pariwisata yang bergairah akan menghidupkan banyak simpul ekonomi. Mulai dari penyewaan kapal bandong, parkir, hingga pusat jajan dan oleh-oleh.
Model inisiatif lokal pengajian kolegial ala Jamiatush Sholihin bisa menjadi model bagi dinas pariwisata serta stakeholder lainnya untuk bahan pertimbangan program. Dengan demikian industri televisi lokal bisa berkembang, seni dongeng hidup, berbagai rantai bisnis yang saling menunjang juga berkembang mencapai kesejahteraan. Semoga. (nuris)