in

Pelurusan Sejarah dengan Penguatan Basis Ilmiah dan Sukarelawan

WhatsApp Image 2020 07 16 at 23.25.50

teraju.id, Pontianak – Dua keputusan penting Yayasan Sultan Hamid II Alkadrie dengan maraknya webinar nasional tentang apakah sosok menteri negara zondereportofolio itu pengkhianat atau pahlawan nasional, dengan mendirikan Sultan Hamid II Institute serta basis sukarelawan. Terpilih sebagai Direktur Sultan Hamid Institute adalah Dr Ema Rahmania, dan sukarelawan dipimpin HM Muis. Keputusan diambil dalam rapat Kamis, 16/7/20 malam.

“Kita berdiri di alam Indonesia merdeka. Kita tegaskan bahwa kita berdiri dengan cara pandang ilmiah meluruskan sejarah untuk kepentingan Indonesia. Bukan hal lain yang melenceng daripada itu. Kita perkuat basis ilmiah dan gerakan sosial sukarelawan,” ujar Ketua Yayasan Sultan Hamid II Alkadrie, Anshari Dimyati saat memulai rapat.

Ia kemudian mengajak setiap volunteer memperkenalkan diri berikut saran program. Keanggotaan dua lembaga ini dari Sabang sampai Merauke. (kan)

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

WhatsApp Image 2020 07 16 at 19.59.04

Happy Death Day

WhatsApp Image 2020 07 17 at 06.37.01

Politik Dinasti Tak Bisa Dipungkiri–Pun Terjadi Pada Jokowi–Tunjuk Gibran Cawako Solo