Pengalaman yang saya rasakan di program literasi ini, ternyata menulis sebuah cerita sangatlah tidak mudah. Apalagi bagi saya yang tidak pernah mengetahui ilmu dalam membuat cerita. Dan sulitnya saya saat harus menghubungkan cerita saya dengan teman saya. Beruntungnya dalam cerita kami, kami memiliki sedikit kesamaan yakni sama-sama menjadi santri namun berbeda pesantren. Dan pada akhirnya saya memilih untuk memberi judul buku kami “DUA PESANTREN DUA SANTRI”. Oleh karena itu sangat diperlukan bimbingan dari orang yang lebih telaten dan memiliki banyak pengalaman menulis atau membaca.
Saya masih tidak percaya ketika tulisan saya masuk dalam salah satu buku yang dilaunching di Rumah Literasi. Karena saya tidak pernah mengikuti proses menyiapkan buku. Apalagi adanya virus corona, membuat saya sangat kesulitan.
Alhamdulillah. Sekian pengalaman saya dalam hal menulis buku. (Peserta Rumah Literasi FUAD IAIN Pontianak)
#Thank ReL – JRR Tolkien, #Salam Literasi
