Berita

Perang Dunia Maya vs Persatuan Bangsa

Perang Dunia Maya vs Persatuan Bangsa

Kaum muda turut memiliki peran vital, dalam menjaga kedaulatan, namun akan pudar dan terkikis semangat kebangsaan bilamana tak dirawat, dirangkul, dan dipercaya sebagai generasi masa depan.
Tak bisa dipungkiri, nasionalisme yang dirasa oleh rakyat “jaman old” tak berbanding lurus dengan “kids jaman now”. Semua yang dihadapi hari ini, ekstra cepat, utamanya adalah informasi dan transaksi elektronik (teknologi informasi). Semua berada pada titik individualistik di depan layar kaca. Norma kesopanan tak lagi dipandang baik ketika kita menurunkan tangan sambil melangkah kaki melintasi orang tua ketika berjalan. Sopan, juga dapat berarti “like” and “subscribe”, atau komentar baik pada laman facebook rekan atau keluarganya. Penghinaan juga tak tunjuk muka seperti dulu, akan tetapi cukup melalui media sosial dengan melakukan “hate speech” dan “persekusi”.

IMG_20181012_075510_641

Pertentangan kian marak, hari ini. Ancaman terhadap “persatuan” yang terjadi, bukan hanya karena faktor ekonomi yang memburuk akibat pemerintah salah atur keuangan negara, bukan pula karena perimbangan keuangan pusat-daerah, atau perbedaan budaya-suku di daerah-daerah, atau perbedaan pandangan politik, atau rasa sosial masyarakat yang semakin hari tergerus oleh teknologi. Akan tetapi bersebab atas persoalan keadilan, kesejahteraan, keadaban, moralitas yang jarang kita temukan, untuk kita junjung setinggi-tingginya sebagai pondasi hidup kita dalam satu tanah yang kita injak bersama-sama.