Berita

PMB Ala Jepang dan Swedia, Mereka Jor-joran Berkarya di Club, tapi Juga Menghibur

PMB Ala Jepang dan Swedia, Mereka Jor-joran Berkarya di Club, tapi Juga Menghibur

Teraju.Id, Untan – Di mata orang-orang management, setiap masalah yang ada di depan kita dapat dilihat dengan dua sudut pandang. Pertama hambatan, dan kedua adalah peluang. Bedanya, bahwa sudut pandang pertama melihat dengan cara “minus”, sedangkan kedua, dengan sisi “plus”. Kalau minus energinya negatif/lemah, sedangkan plus, energinya tinggi dan luas. Sudut pandang kedua ini yang digalakkan dan sangat dianjurkan sehingga management bertumbuh dan berkembang.

Masalah di depan mata itu adalah demo FT Untan yang telah berlangsung sepekan dan tidak ada kegiatan belajar-mengajar kecuali parsial. Dengan sudut pandang management yang positif, bisakah aksi demo ini menjadi peluang? Khususnya untuk meramu sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) yang lebih baik? Hal ini merupakan pertanyaan besar. Namun pertanyaan itu bisa dijawab dengan pengalaman belajar di kampus bonafide kelas dunia.

“Di Tokyo Institute of Technology salah satu universitas terbaik di dunia maupun Kyushu Institute of Technology mereka juga ada PMB, hanya bentuknya penguatan di minat bakat dalam bentuk club-club. Jadi kalau pas penerimaan mahasiswa baru alias maba, mereka jor joran untuk ekspos hasil karya dari club mereka,” ungkap dosen robotik Fakultas Teknik Untan, Dr Fery Hadari.

1 Komentar

  1. Pontianak kita paling menarik di indonesia
    October 1, 2016 pukul 10:28 pm

    Masalahnya bisa diterapkan ndak di kampus untan??
    Sedangkan tradisi pmb sudah ada sejak dulu begitu2 terus.

Komentar ditutup.