Di tempat terpisah, kekecewaan yang dirasakan FPI akan disalurkan ke jalur hukum. Dimulai dengan rencana audiensi kepada Kapolda besok, Sabtu, 6/5/17. Dalam hal ini FPI–sesuai pernyataan Syarif Iskandar–untuk menanyakan kepada Kapolda, kenapa ulama mesti diusir. Hal sama disampaikan komponen pemuda Melayu, Agus Setiadi. Keduanya memilih jalur diplomasi sesuai kaidah Islam yang mengedepankan rahmat bagi lingkungan, dan dakwah secara arif serta bijaksana.
Pada pukul 23.00 kawasan Tugu Digulis memang dijaga aparat, tetapi remaja yang bermain scateboard pun tampak ceria. Hal senada tampak di Kampung Kapur di mana ada panggung hiburan rakyat, diikuti keceriaan penonton tanpa rasa gusar. Bahkan di Aula Teddy Kustari di kompleks bandara Soepadio sedang ada dekorasi dalam rangka hajatan resepsi pernikahan. Aktivitas masyarakat tidak terganggu dengan aksi pro-kontra kehadiran pengurus dan ulama berorganisasi FPI dengan tujuan dakwah ke Mempawah.
