Tetapi hal ini tidak berlangsung lama dan tidak ada kaca yang pecah. Demikian lantaran massa FPI telah dibekali nasihat untuk tidak mudah dibenturkan dengan aparat negara. Sebab, akan menjadi melebar masalahnya. Sebaliknya FPI telah mengembangkan nalar untuk berpikir sesuai aturan hukum.
Satu jam pasca insiden “pengusiran” yang nyaris sama dengan peristiwa hadirnya Tengku Zulkarnaen ke Bandara Soesilo yang berdekatan dengan aksi 212 beberapa bulan silam, bandara Soepadio benar-benar normal. Begitupula kerumunan massa di sejumlah lokasi, seperti Kampung Kapur dan Tanjung Raya pada pukul 23.00 sudah sepi. Kendati demikian aparat terus berjaga-jaga. Terutama mengantisipasi jika ada aksi sporadis yang di luar perkiraan sehingga dikawal.

Penjagaan aparat sangat kentara di halaman Hotel Garuda karena berdekatan dengan Tol Kapuas 1. Juga di rumah adat Dayak, Jalan Soetoyo maupun rumah Radakng di Kota Baru.
