Alasan kedua: ketika putaran kedua terjadi, alias “head to head”, maka calon “muslim” akan mendapatkan dukungan suara yang relatif menyatu. Di sini tetap berlaku politik identitas. Yakni identitas etnik dan agama. * (penulis adalah pemimpin redaksi media online teraju.id dan dosen tamu yang mengajar jurnalistik di IAIN dan Fisip Universitas Tanjungpura).
Prediksi Pilgub DKI Putaran Kedua yang Tinggal Hitungan Jam…
