Berita

Presiden Sastra Taufiq Ismail Bicara Syahdunya Menulis Quran dengan Jari Sendiri

Presiden Sastra Taufiq Ismail Bicara Syahdunya Menulis Quran dengan Jari Sendiri

”Sepanjang masa 20 bulan saya menulis Al-Qur’an itu, berdebar-debar jantung saya, apakah bisa selesai sebelum maut mencabut, karena umur sudah pada angka 80-an. Alhamdulillah selesai. Saya bersyukur karena dapat kesempatan berbagi kenikmatan membaca tulisan tangan sendiri huruf-huruf Al-Quran yang 604 halaman itu…. Masha Allah. Cobalah sendiri kesyahduan itu, menulis AlQur’an dengan jari-jari sendiri, karena yang biasa adalah merasakan syahdunya AlQur’an dengan pita suara kita. Kini saya berkesempatan juga merasakan syahdunya itu dengan jari-jari tangan.

Alhamdulillah, ya Rabbana, DIKAU masih menganugerahi kesempatan pada hamba karena jarak ke liang lahat sudah begitu dekat, dan waktu tinggal sedikit untuk masuk pintu kubur yang begitu sempit. Alhamdulillah, saya kini sampai ke usia 84 tahun. Setiap pagi berusaha berolahraga ringan. Pagi, ketika perut kosong memakan buah, nasi paling banyak dua sendok sehari, menghindari gorengan. Ikhtiarkan secara rutin melaksanakan shalat tahajud, dan diperkuat dengan doa serta mohon keampunanNya. Salam,” pungkas Taufik Ismail.

(*Direktur Eksekutif Bina Antarbudaya Pusat)