Pantaulah media sosial saat ini. Media sosial sekarang lebih sering memperlihatkan sisi kemarahan, kekecewaan dan ketegangan salah satu pihak kepada pihak yang lain.
Karena sifatnya tak terikat ruang, media sosial mempersoalkan di mana pun peristiwa dan membawa dalam semua ruang.
Tidak heran, ketegangan yang terjadi di Jakarta, merambah cepat hingga Pontianak. Kelompok yang berseberangan di Jakarta, memblok sama untuk Pontianak. Akhirnya, permusuhan global memasuki wilayah lokal kita.
Kalbar akan menghadapi pemilihan kepala daerah sebentar lagi. Perhelatan ini muncul di tengah situasi keragaman yang terombang-ambing.
Kita berharap semoga nanti tidak ada peristiwa yang bisa menjadi triger untuk konflik berikutnya. Tidak ada provokator yang menunggangi kelompok-kelompok yang berseberangan.
Oleh sebab itu kiranya perlu sekali dibahas situasi ini oleh semua pihak. Semua pihak yang berkaitan dan berkepentingan dengan Kalbar yang damai bersama-sama merancang langkah antisipatif.
Kesadaran harus ditumbuhkan: kesadaran bahwa akumulasi persoalan bisa meledak bila ada triger dan aktor, perlu muncul sebagai bentuk peringatan dini.
Kesadaran bahwa ledakan apa pun selain kembang api di malam tahun baru, tidak akan baik untuk kita semua. warga Kalbar. Bahkan ledakan itu bisa sangat merugikan daerah ini. (*)
