Ajaibnya, seusai keluarga dan Rektor Universitas Tanjungpura Prof Dr H Garuda Wiko selesai memberikan sambutan, hujan persis reda. Sampai 2 km kendaraan menelusuri ruas Jl Daya Nasional hingga masuk Jl Media satu blok dari Untan dibelah Tanjungsari.

Para tetangga di kawasan makam pun turut menyaksikan proses pemakaman. Baik tetua, remaja, hingga anak-anak. Semua melepas seorang tokoh yang pernah memimpin Universitas Tanjungpura, ICMI, Mujahidin, Hebitren.
Saya menyaksikan bahwa respon para tokoh bergerak sendiri. Ini bukti ikatan emosional mereka dengan almarhum.
Di kolom komentar FB saya juga demikian. Insight hingga 70k menyaksikan tayangan. 30k di laman TT. Semua memanjatkan doa untuk almarhum. Ilahinniyah Alfatihah washallu ‘Alan Nabi. *
Foto rangkaian dari rumah duka, suasana di Muhtadin dan pemakaman.
