Berita

Sahabat Masjid dari Masjid Nurul Falah, Depok Jabar Kunjungi Masjid Kapal Munzalan

Sahabat Masjid dari Masjid Nurul Falah, Depok Jabar Kunjungi Masjid Kapal Munzalan

Pengembangan baitullah dilakukan dengan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah, pusat pendidikan, pusat praktik ajaran Dienulislam berbasikan Quran dan Sunnah. Pengembangan fondasi baitullah diupayakan pula dengan mengajak ormas (orang masjid) untuk melakukan amal sholeh secara berjamaah.

Agar kita dapat membangun baitullah, maka masjid harus dapat menjadi “Sahabat Manusia”. Masjid harus ramah dengan siapa saja.

“Masjid harus ROMMANTIS, ramah dengan Orang Muda, ramah dengan Musafir, ramah dengan Anak-anak, ramah dengan Tetangga Sekitar”, demikian hatur Gurunda Ustaz Luqmanulhakim salah satu coach Pelatihan Nasional Masjid Billionaire.

Dalam membangun kehidupan berjamaah, pengurus juga harus memahami pentingnya kepemimpinan. Gurunda Rendy Saputra, salah satu coach di Pelatihan Nasional Masjid Billionaire pernah menyampaikan kepada peserta pelatihan bahwa kita harus bisa membedakan antara gerombolan dan jamaah. Perbedaannya adalah pada tegaknya kepemimpinan.

Menurut Gurunda Rendy Saputra, Orang banyak tanpa pemimpin yang ditaati adalah gerombolan. Allah dan Rasulullah memerintahkan kita untuk hidup berjamaah, bukan hidup bergerombol. Gerombolan itu orangnya jamak tapi mikir dan bergerak sendiri-sendiri. Bergerombol itu banyak orang tapi tak ada pemimpin yang disepakati dan ditaati.

“Berbeda dengan berjamaah. Berjamaah itu orangnya jamak (banyak), dan harus ada pemimpin yang disepakati dan ditaati. Persis seperti shalat berjamaah di Masjid”, Demikian hatur Gurunda Rendy Saputra.

*