Begitulah jika ada tamu yang berkaitan dengan budaya saya tak sungkan membawa mereka berjumpa Bang Yosep. Salah satunya organisasi yang saya pimpin di Kalbar–cabang dari Jakarta dan AFS Internasional–Bina Antarbudaya. Saya bawa tamu Pusat berdialog sama Bang Yosep. Agar mereka kenal bagaimana itu budaya Dayak, Melayu, China dll di Kalbar pada khususnya dan Kalimantan pada umumnya. Sekali menyelam minum air, saya juga belajar dari untaian kata-katanya. Termasuk soal konflik laten yang biasa terjadi di Kalbar. Saya ikut memahami jiwanya, kemurnian hati warga asli Kalimantan–Dayak. Uniknya, bersama Bang Yosep yang bersaudara kandung dengan politisi Gerindra Catharina Oendoen, saya semakin paham pertalian saudara bersama Melayu, China, Bugis, dan bilangan multi-etnis. Bersama Bang Yosep masalah-masalah berat seringan tarikan napas. Napas berat sigaret, dan sedikit tuak. Seraya hati diliputi duka sedalam-dalamnya, amal baik Bang Yosep tiada terbayar. Rest In Peace (RIP) Bang Yosep. Ilmu dan nasihatnya senantiasa kami tumbuh-kembangkan. Semoga dinilai berlipat-ganda oleh Tuhan Yang Maha Rahman. * (Foto Bersama Bang Yosep dengan tamu Bina Antarbudaya Pusat, Betang, Jl Letjen Sutoyo, 2013)
Selamat Jalan Bang Yosep–RIP–Tokoh Budaya Kalbar
