Tebakan yang sama terpikirkan di benak saya ketika melihat ada sebuah saluran air mirip sungai kecil di hadapan kami. “Kanal itu mungkin dibuat untuk keperluan irigasi lahan perkebunan kopi di sekitarnya,” pikirku dalam hati. Kanal itu terhubung dengan sungai, membentuk sebuah pertigaan yang tepat di atasnya terdapat jembatan. Aku pun melangkah ke jembatan itu, berharap mendapat view yang lebih baik. Dari atas jembatan terlihat keanehan di mana ada perbedaan ketinggian air yang mencolok antara kanal di depanku dengan sungai di belakangku. Sungainya tidak kering, cukup basah oleh genangan air yang rendah. Sangat berbeda dengan kanal itu yang ketinggian airnya kira-kira hanya 40 cm dari permukaan tanah. Kepala Desa pun berjalan sedikit ke pinggir kanal, hendak menjawab pertanyaan peserta tadi.
“Ini adalah kanal sekat, sebuah sarana pencegah kebakaran lahan gambut,” ujarnya sambil menunjuk kanal tersebut.
