Hal senada diutarakan Prof Chairil. Bahwa MABM Kalbar dalam usianya ke-29 berpartisipasi memajukan budaya dan sosio-politik daerah maupun nasional. Di antaranya turut memperjuangkan pantun WBTB Unesco dan penetapan Harpandu – Hartunas. Termasuk mengirim dua peserta sertifikasi ahli WBTB-I atas nama Dedi Ari Aspar dan Nur Iskandar.
*
Acara Milad MABM ke-29 merupakan momentum Halal Bi Halal. Diikuti tak hanya fungsionaris DPP MABM Kalimantan Barat dan 14 kabupaten dan kota, namun juga Konsorsium Merah Putih yang melingkupi 24 etnik di Kalbar. Kesemuanya hegemoni dalam harmoni. Juga ditampilkan buku karya bersama para tokoh Melayu dan Dayak berjudul 1 rumah-2 dunia. Antara lain ada nama Prof Chairil, Asriyadi Alexander Mering, Syafarudin Usman dan Masri Sarep Putra. Kehadiran buku ini menjadi tapak sejarah kebersamaan Bhinneka Tunggal Ika.
*
Acara di tempat yang megah dimulai pukul 18.30 dengan ramah tamah dan makan malam. Tersedia pula nasi adab. Rasanya lezatos…khas Melayu Pontianak.
Undangan disuguhi kesenian Tundang Sari. Yakni inovasi berpantun, berdendang dan menari. Persembahan Serumpun Berpantun bersama Kijang Berantai diolah Syarikat Seni Melayu Nusantara dan binaan DPP MABM Kalimantan Barat pimpinan Dr Ismunandar (Cand). Penampilannya mengembangkan tepuk meriah hadirin.
Acara juga disempurnakan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Mars MABM dan tilawah Qur’an.
