Ingat semboyan negara Indonesia, yang berbhineka tunggal ika untuk tetap berdiri kokoh sebagai Marwah dan identitas bangsa ini, akan mengingatkan kita kepada pandangan kedepan dan mata batin Sultan Hamid II yang jernih untuk merancang lambang negara dengan sepenuh jiwa, fikiran dan biaya yang tak sedikit dari apa apa yang dimilikinya untuk negara, bukan apa apa yang negara beri untuk dirinya.
Ingat mata batin Sultan Hamid II dalam rancangan lambang negara, akan mengingatkan kita kepada posisi Garuda memegang ke atas semboyan negara berbhineka tunggal Ika, bukan mencengkram ke bawah.…
Baca Juga:Insantama: Sekolah Islam Terpadu
