Berita

Tahsin Waqu(l)Robbi Anzilni Munzalan Mubarakan …

Tahsin Waqu(l)Robbi Anzilni Munzalan Mubarakan …
Menatap kapal berlayar di Kapuas

Saya dapat pencerahan dari dua Ustadz Muda khaTULIStiwa. Bahwa di masa dakwahnya para Nabi semua dilawan. Hatta anak kampung sendiri. Sampailah nabi hijrah ke Madinah. Wilayah kampung sebelah dari Kota Mekah. Berjarak 400 km. Kampung Yasthrib.

Namun silih berganti diserang lewat Perang Uhud dan Badar, hingga Khondaq–uniquely– pengikut Rasulullah semakin ramai. Tua muda. Laki perempuan. Bahkan di kala haji wada’ di Padang Arafah, ratusan ribu jamaah umroh dan haji itu membuat gentar penduduk musyrikin.

Tahsin WaqulRobbi Anzilni Munzalan Mubarakan
Aktivitas di Pelabuhan Sungai Kapuas yang memang butuh otot, otak dan skill ciamik

Terjadilah Fathu Mekah. Kemerdekaan teladan. Tanpa tumpah setetes darahpun.
Kenapa? Nabi Muhammad SAW tidak membalas perlakuan buruk musyrikin Quraisy dengan pedang dan perang. Namun kasih sayang, ampunan, permaafan dan akhlak yang memuliakan anak cucu Adam.

Begitulah turun QS An Nashr. Dimana umat manusia memeluk Islam dengan berbindong-bondong. Begitulah yah. Pertolongan Allah sungguhlah dekat. Khaifiat berakhlakul karimah. Berperilaku mulia. Sampai Baginda Nabi bilang, “Tidaklah aku diutus ke muka bumi melainkan memperbaiki akhlak manusia.” *