Ustadz Ahmad Sama guru cerdas alumni Kairo. Gelar kesarjanaannya Lc. Macam Ustadz Abdul Somad. Namun almukarram menekuni qiroats. Oleh karena itu tak heran, Imam Mesjid Raya Mujahidin yang masih muda belia ini merupakan salah satu anggota dewan hakim jika dilaksanakan MTQ.
Saya berjumpa Ustadz dalam MTQ Provinsi Kalimantan Barat di Uncak Kapuas akhir tahun 2025. Namun beliau nyata nyata guru ngaji saya bersama jamaah kampung Jamiatus Sholihin.
Di setiap belajar tahsin beliau suka menyelipkan ulasan ulasan smart. Termasuk kutipan ayat di atas.
“Tahukah apa arti Munzalan Mubarakan?”
Jamaah diam. Saya senyum-senyum.
“Di mana kutipan ayat itu?”
Jamaah kaku.
“Doa nabi siapa itu?”
Murid-murid kelu.
Akhirnya beliau sendiri yang menjawabnya. Sebab itu tadi. Waktu Syuruq sudah dekat. Pada jam elektronik mengalir angka 05.33. Pelaksanaan salat dua rakaat seusai salat subuh berjamaah di mesjid adalah seperti mendapatkan pahala ibadah haji yang sempurna, sempurna, sempurna.
Disampaikannyalah bahwa Waqurrobi Anzilni Munzalan Mubarakan itu adalah doanya Nabi Nuh (Noah) yang disematkan Allah ke dalam Alquran surah Almukminun. Arti doanya adalah ya Allah turunkanlah kami ke tempat yang diberkahi…dan doa itu dikabulkan Tuhan.
“Tahu kisah Nuh?”
Kali ini jamaah sudah klik. Nabi yang berdakwah 80 tahun namun dapat pengikut amat sedikit. Tak selusin pun.
