Ia menambahkan, Paskibrakanya sendiri terdiri dari 31 orang dengan pelatihnya ada 5 orang. “Masalah insiden itu kita sudah maksimalkan pasangan kegiatan latihannya. Sampai Gladi bersih pun kita sudah maksimalkan. Kendala hari ini mungkin terbawa suasana grogi dan tidak tenang. Sehingga trouble di tali itu kita tidak sangka. Dan hal ini tidak pernah kami temukan pada saat latihan. Sehingga tindakan yang diambil oleh anak-anak itu kami anggap sudah tepat untuk langsung dinaikkan. Penyebabnya faktor grogi sehingga penanganan tali untuk dikaitkan ke bendera itu sudah benar. Hanya pengambil alihan karena besarnya tali ke bendera.”
“Pergantian tali baru itu diganti pada Gladi Bersih di Tanggal 15. Pada saat tanggal 14 kita temukan tali tersebut kecil dan nyangkut di katrol dan sorenya kita meminta ganti ke beliau. Dan kemudian pada tanggal 15 sudah tali baru saat Gladi bersih. Dan anak-anak menyesuaikan latihan dengan tali baru tersebut,” ujar Aiptu Fajarudin.
Kedepannya, Ia berharap, Paskibraka memerlukan waktu dan kerjasama panitia serta pengelola pelaksana dalam menyiapkan sarana dan prasarana jauh-jauh hari sehingga tidak merepotkan dalam mempersiapkan kegiatan.
