Tambak makam bertulis ini menarik karena sejauh pengetahuan yang masih terbatas, hanya dijumpai di Tayan. Di komplek makam ini terdapat lebih dari lima (5): tersebar di kiri dan kanan jalan di dalam makam.
Beberapa tambak dinaungi. Ada rerumahan dibangun di atasnya, sehingga tambak bertulis itu “aman” dari panas dan hujan.
Tetapi sebagian lagi tambak dari kayu ini terdedah hujan dan panas.
Kemungkinan rusak oleh alam, sangat besar.
“Dahulu ada rumah besar nutupi tambak. Tapi dah roboh,” kata seorang sumber.
Bekas tiang rumah pelindung masih ada di lokasi. Teronggok di samping rumah makam utama, salah satu Raja Tayan.
Duh! Tentu sayang seribu sayang. Tambak dan nisan bertulis ini sangat menarik dan pasti bicara banyak tentang Islam di Tayan. Tunggu penelitian sejarah dilakukan. (*)
