Keesokan harinya, kami disuguhi rangkaian pengalaman menakjubkan. Kami memulai dengan berziarah ke makam Opu Daeng Manambon, pendiri Kerajaan Mempawah pada abad ke-18. Saya sebenarnya bukan penggemar sejarah, tetapi kisah tentang seorang tokoh dari Sulawesi yang berlayar ke tempat baru untuk mendirikan kerajaan sekaligus menyebarkan agama Islam, benar-benar memikat. Suasananya pun tenang, dikelilingi hijaunya pepohonan yang menyejukkan.
Lalu tibalah waktunya kuliner. Kami makan siang yang luar biasa dengan udang segar di Rumah Makan Terapung Haji Boi, tepat di tepi sungai. Setelah itu, kami singgah di sebuah kedai kopi bernama Benjod. Tak saya sangka, di tempat ini saya menemukan steak terbaik yang pernah saya makan. Dagingnya begitu lembut hingga seakan meleleh di mulut, dan kopinya pun tak kalah nikmat.
