Kepergian Prof Ralph D Barney tidak dengan wasiatnya yang empat itu. Tell the truth. Katakan yang benar. And report it. Laporkan. Tuliskan. Beritakan.
Namun dalam menulis dan menyajikan informasi mestilah ethics. Yakni minimize harm. Maka perlu cek dan ricek. Triple check. Hadir di kancah peristiwa. Sehingga bukan katanya-katanya. Ada bukti empiris berupa foto, vidio, dokumen, kesaksian, ahli…
Tidak menjadi hoax. Penistaan. Character assasination. Pembunuhan karakter. Fitnah. Kita ketahui fitnah lebih kejam dari pembunuhan.
Kini terjadi. Kepada saya. Dari Rakon TV. Dari tiktok Jejak Langiet. Isinya sangat provokatif pada diri saya selaku muwakif tanah wakaf Mesjid Sulthan Annashira. Saya minta hak klarifikasi gak ada jawaban. Saya minta FB dan TikTok agar takedown. Kalau soal pers kita boleh adu argumentasi. Medsos di NKRI memang tak terkontrol, dan oleh publik seolah olah informasi mereka adalah produk pers yang rigid.
Bawa bawa nama pers. TV. Tapi bukan praktik pers profesional. Catat.
Ketiga jurus be accountable. Dapat dihitung secara teori dan praktik ilmiah. Praktik kode etik jurnalistik. Ada identitas. Ada editing. Ada rambu-rambu yang diikuti. Bukan pembodohan, tapi informasi berkelas. Mencerdaskan.
Keempat, jurus utama kebebasan berpikir dan berekspresi. Ruh demokrasi. Yakni bertindak independent.
