سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ
“Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak pada saat berbuka.” (HR Ibnu Majah 1743)
Adapun doa yang diajarkan Nabi Saw. untuk dibaca menjelang ifthar ialah sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits di bawah ini:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّه
“Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat dan semoga ganjaran didapatkan, insya Allah.” (HR Abu Dawud 2010)
Mengapa di dalam doa berbuka, Nabi Saw. mengatakan: ”…dan semoga ganjaran didapatkan, insya Allah”. Karena yang sangat diharapkan oleh setiap orang beriman bukan semata kegembiraan pertama sewaktu berbuka di dunia, melainkan yang lebih diharapkan ialah kegembiraan kedua yaitu saat bertemu Allah Swt. di hari kemudian. Orang beriman ketika itu bergembira berjumpa Allah Swt. karena puasanya sewaktu di dunia diterima olehNya. Demikianlah Nabi Saw. bersabda dalam hadits sebagai berikut:
