Berita

Tuntunan Menyambut Ramadhan

Tuntunan Menyambut Ramadhan

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ
Bagi orang yang berpuasa terdapat dua kegembiraan. Kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan saat kelak perjumpaannya dengan Allah ta’aala karena ibadah puasanya.” (HR Bukhary 1771).
Hidup manusia di dunia adalah pergantian antara susah dan senang. Oleh karena itu, selama bulan Ramadhan, sebaiknya kita membaca bacaan yang Nabi Saw. baca dan ajarkan ketika menghadapi keadaan susah maupun menerima karunia. Untuk mengantisipasi kesusahan, Nabi Saw. melazimkan kalimat istighfar sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa yang tetap melakukan istighfar, maka Allah subhaanahu wa ta’aala akan membebaskannya dari segala kesusahan dan melapangkannya dari setiap kesempitan serta akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak diduganya.” (HR Abu Dawud 1297)
Sedangkan ketika menerima karunia, Nabi Saw. menganjurkan kita membaca doa sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut: